JelajahPerkara.com – Candi Jabung merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Majapahit yang menarik untuk kamu kenali. Berlokasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, candi ini memiliki keunikan berupa bangunan berbahan bata merah dengan bentuk arsitektur yang berbeda dari banyak candi lain di Indonesia.
Diperkirakan berdiri pada 1354 Masehi, Candi Jabung menyimpan jejak perkembangan teknologi bangunan, seni pahat, dan kehidupan keagamaan masyarakat pada masa Majapahit. Keberadaannya juga berkaitan dengan perjalanan Raja Hayam Wuruk yang tercatat dalam naskah kuno Nagarakretagama.
Lantas, apa saja hal menarik dari Candi Jabung? Berikut tujuh fakta yang membuat situs bersejarah ini layak kamu kenali lebih jauh.
1. Peninggalan Bersejarah dari Masa Kerajaan Majapahit
Candi Jabung diperkirakan dibangun pada 1276 Saka atau 1354 Masehi, ketika Kerajaan Majapahit berada di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Penentuan tahun tersebut mengacu pada angka tahun yang ditemukan pada bagian ambang pintu candi.
Pada masa itu, Majapahit dikenal sebagai kerajaan besar yang memiliki perkembangan budaya, seni, dan arsitektur yang beragam. Pembangunan candi menjadi salah satu bukti kemampuan masyarakat dalam menghasilkan karya monumental yang bertahan lintas generasi.
Meski sudah berusia ratusan tahun, Candi Jabung masih memperlihatkan sejumlah unsur arsitektur yang bisa dipelajari hingga sekarang. Situs ini menjadi pengingat bahwa sejarah Majapahit tidak hanya dapat ditemukan di pusat kerajaan, tetapi juga di berbagai wilayah Jawa Timur.
2. Berlokasi di Kabupaten Probolinggo
Candi Jabung berada di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Letaknya di kawasan pesisir utara Jawa Timur menjadikan candi ini bagian penting dari persebaran peninggalan sejarah di wilayah tersebut.
Lingkungan candi memiliki hamparan ruang terbuka yang memberikan suasana berbeda dari kawasan perkotaan. Kamu bisa mengamati bangunan bersejarah ini sambil mengenali karakter arsitekturnya secara langsung.
Lokasinya juga membuat Candi Jabung berpotensi menjadi tujuan wisata sejarah bagi pengunjung yang ingin mengeksplorasi warisan budaya Probolinggo. Namun, sebelum berkunjung, sebaiknya kamu memeriksa informasi terbaru mengenai akses dan ketentuan kunjungan.
3. Menggunakan Bata Merah sebagai Material Utama
Salah satu keunikan Candi Jabung terletak pada penggunaan bata merah sebagai material utama bangunannya. Ciri ini membedakannya dari sejumlah candi di Jawa yang banyak menggunakan batu andesit.
Penggunaan bata merah menunjukkan bahwa masyarakat pada masa Majapahit memiliki keterampilan dalam memilih, menyusun, dan mengolah bahan bangunan. Bata tidak hanya berfungsi sebagai material konstruksi, tetapi juga membentuk karakter visual candi.
Warna merah kecokelatan pada permukaan bangunan memberikan kesan khas sekaligus memperlihatkan teknik konstruksi masa lampau. Menariknya, material tersebut juga dimanfaatkan untuk membentuk sejumlah detail dekoratif.
Bagi kamu yang menyukai arsitektur, Candi Jabung menjadi contoh menarik tentang bagaimana bahan bangunan lokal dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika dan sejarah.
4. Memiliki Bentuk Tubuh Candi yang Silindris
Berbeda dari gambaran candi yang seluruh bagiannya berbentuk kotak atau berundak, tubuh Candi Jabung memiliki bentuk silindris. Bentuk ini berdiri di atas bagian kaki candi yang tersusun bertingkat dan memiliki dasar persegi.
Secara umum, bangunan utamanya terdiri atas bagian kaki, tubuh, dan atap. Perpaduan bentuk persegi pada bagian bawah dengan tubuh yang membulat menciptakan tampilan arsitektur yang khas.
Tinggi bangunan utama diperkirakan mencapai sekitar 15,5 meter. Proporsi tersebut membuat candi tampak menjulang meskipun dibangun menggunakan bata merah.
Susunan arsitekturnya memperlihatkan bahwa pembangunan candi pada masa Majapahit tidak hanya mengutamakan fungsi keagamaan, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan bentuk dan keindahan visual.
5. Menyimpan Relief dan Ornamen yang Sarat Makna
Candi Jabung tidak hanya menarik karena materialnya, tetapi juga karena ragam hias yang terdapat pada bagian bangunannya. Beberapa bagian menampilkan motif tumbuhan, medali, serta ornamen dekoratif lainnya.
Terdapat pula relief yang dikaitkan dengan cerita Sri Tanjung pada bagian selatan kaki candi. Sementara itu, bagian utara dilaporkan memiliki relief yang berkaitan dengan cerita Panji.
Keberadaan relief tersebut memperlihatkan kemampuan seniman masa lampau dalam mengolah bata menjadi media ekspresi artistik. Detail-detail itu juga dapat menjadi bahan kajian untuk memahami cerita, simbol, dan tradisi yang berkembang pada zamannya.
Ketika mengamati relief, kamu sebaiknya memperhatikan bentuk ukiran dan penempatannya. Dengan begitu, kunjungan ke Candi Jabung bukan sekadar melihat bangunan tua, tetapi juga mengenali warisan seni yang tersimpan di dalamnya.
6. Berkaitan dengan Perjalanan Raja Hayam Wuruk
Nama Candi Jabung memiliki kaitan dengan catatan perjalanan Raja Hayam Wuruk dalam naskah Nagarakretagama. Naskah tersebut mengisahkan perjalanan sang raja mengunjungi berbagai wilayah di Jawa Timur pada abad ke-14.
Candi Jabung disebut sebagai salah satu tempat yang disinggahi Hayam Wuruk pada 1359 Masehi. Catatan ini memperkuat nilai historis situs tersebut dalam konteks sejarah Majapahit.
Meski begitu, informasi mengenai fungsi awal candi dan tokoh yang berkaitan dengannya perlu dipahami berdasarkan bukti sejarah yang tersedia. Sejumlah kajian menghubungkan bangunan ini dengan penghormatan terhadap keluarga kerajaan yang telah meninggal.
Hal tersebut menunjukkan bahwa candi pada masa lalu dapat memiliki peran keagamaan sekaligus hubungan dengan kehidupan politik dan tradisi kerajaan.
7. Menjadi Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan
Setelah melewati ratusan tahun, Candi Jabung menghadapi tantangan pelestarian akibat faktor alam, perubahan lingkungan, dan risiko kerusakan pada material bangunan. Karena itu, pemeliharaan menjadi bagian penting untuk menjaga keasliannya.
Kawasan candi juga telah mengalami penataan dan revitalisasi. Pada 2024–2025, penataan kawasan dilakukan untuk mendukung pemeliharaan situs serta meningkatkan kenyamanan lingkungan sekitarnya.
Sebagai pengunjung, kamu dapat ikut menjaga kelestarian Candi Jabung dengan tidak mencoret dinding, memanjat struktur bangunan, mengambil bagian candi, atau membuang sampah sembarangan.
Selain itu, mengenalkan sejarah Candi Jabung kepada generasi muda merupakan langkah sederhana untuk menjaga warisan budaya tetap dikenal. Semakin banyak orang memahami nilai sejarahnya, semakin besar pula peluang situs ini mendapat perhatian dan perlindungan yang layak.
Kesimpulan
Candi Jabung merupakan peninggalan penting dari masa Kerajaan Majapahit yang menawarkan lebih dari sekadar bangunan kuno. Penggunaan bata merah, tubuh candi berbentuk silindris, ragam relief, serta kaitannya dengan perjalanan Raja Hayam Wuruk menjadikan situs ini menarik untuk dipelajari.
Melalui Candi Jabung, kamu bisa melihat bagaimana masyarakat masa lampau mengembangkan keterampilan arsitektur dan seni yang memiliki nilai budaya tinggi. Oleh karena itu, menjaga kelestariannya bukan hanya tentang mempertahankan bangunan, tetapi juga merawat jejak perjalanan sejarah Indonesia.
Ingin mengenal lebih banyak situs bersejarah dan misteri peradaban masa lampau di Nusantara? Kunjungi JelajahPerkara dan temukan kisah menarik di balik peninggalan sejarah Indonesia yang mungkin belum pernah kamu ketahui.

1 Komentar