Doni Munardo:Korban Meninggal Dan Menderita Sakit Mendapat Santunan Rp.15 juta Dan Rp.5 juta/Orang

  • Bagikan

 

JELAJAHPERKARA.COM || LEMBATA-

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata melalui Wakil Bupati, Thomas Ola Langoday, MA mengapresiasi dan menyatakan terimakasih serta rasa hormat setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat yang begitu cepat mengambil langkah penanganan terhadap korban bencana di Lembata dan Adonara (Flotim) serta NTT umumnya. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Lembata menyusul kedatangan Pemerintah Pusat melalui Menteri Sosial, Tri Risma Harini dan Kepala BNPB, Doni Munardo yang menggelar pertemuan dengan Unsur Pemda NTT dan Kabupaten Lembata-Flotim (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah=Forkopimda) langsung di Bandar Udara Lembata sesaat setelah mendarat pada Selasa (06/04/2021).

Dalam pertemuan tersebut, kata Wabup Thomas Ola, Pak Doni meminta agar semua kebutuhan pengungsi dipenuhi secara layak. Negara harus hadir di tengah rakyatnya yang menderita. Penyediaan kasur, bantal, selimut, masker dan peralatan kesehatan secara memadai. “Pak Doni meminta semua kebutuhan pengungsi dipenuhi secara layak. Negara harus hadir di tengah rakyatnya yang menderita. Penyediaan kasur, bantal, selimut, masker dan peralatan kesehatan secara memadai”, tulis Ola Langoday mengutip pernyataan Pa Doni.

Terkait para pengungsi, lanjut Wabup Thomas, demi mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut, Pa Doni meminta agar Posko pemerintah dikurangi dan arahkan warga menginap di rumah keluarga dengan penggantian biaya hunian per KK Rp. 500.000 setiap bulan. Pasokan kebutuhan sembilan bahan pokok pun ditanggung negara selama korban masih di pengungsian. Rumah-rumah korban akan mendapatkan bantuan pembangunan kembali. Tetapi disarankan untuk direlokasi kalau pemda menyiapkan lahan.

“Posko pemerintah dikurangi dan arahkan warga menginap di rumah keluarga dengan PENGGANTIAN BIAYA HUNIAN per KK 500 rb per bulan. Hal ini untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut. Pasokan kebutuhan sembilan bahan pokok ditanggung negara selama di pengungsian. Rumah-rumah korban akan mendapatkan bantuan pembangunan kembali. Tetapi disarankan untuk direlokasi kalau pemda menyiapkan lahan”, sambung Wabup Langoday sesuai pesan Pa Doni.

Sementara Korban meninggal dan menderita sakit mendapatkan santunan dari negara masing-masing Rp. 15 jt untuk korban meninggal dan Rp. 5 jt bagi yang sakit dan terluka. “Korban meninggal dan menderita sakit mendapatkan santunan dari negara masing-masing 15 jt dan 5jt”, tambah Doni Munardo yang dikutip Wabup Thomas.

Untuk sembako sebagaimana disampaikan pa Doni, lanjuta Wabup Ola, Ibu Risma menyatakan akan menanggungnya, termasuk rencana rehab 4.000 rumah warga terdampak Erupsi Ile Lewotolok . “Ibu Risma memberi bantuan 9 bahan kebutuhan pokok. Termasuk rencana rehab 4.000 rumah warga terdampak ERUPSI ILE LEWOTOLOK. Tetapi dengan musibah banjir bandang ILE LEWOTOLOK maka perlu dilakukan skema ulang mungkin dengan relokasi 15 desa terdampak”, catat Thomas Ola mengutip pesan Ibu Risma.

Penulis: Bernad

  • Bagikan