Kak Seto Minta Kepada Polres Samosir Polda Sumut, Agar Serius Tangani kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Yang Diduga di Lakukan Pengurus Gereja

SEMARANG-  Sabtu 27 Nopember 2021 Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), DR Seto Mulyadi, M.Psi, M.Si yang akrab dikenal sebagai Kak Seto memberikan pernyataan terkait kasus pelecehan terhadap anak yang berusia dibawah umur.

Saat dikomfirmasi Melalui whatsapp ya, Kak Seto menyampaikan tanggapannya atas kejadian pelecehan terhadap 4 orang anak yang berusia dibawah umur yang terjadi di wilayah kepolisian resor samosir.


Setelah mendengar konfirmasi dari media jelajahperkara.com tentang kasus pelecehan yang dilakukan oleh seorang oknum bendahara gereja dan guru pemuda di gereja, Kak Seto langsung bertindak menghubungi Bapak Kapolres Samosir, AKBP Yosua Tampubolon, S.H,M.H untuk mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut.

“Saya baru saja berbicara dengan bapak Kapolres Samosir. Sudah 5 hari yang lalu tersangka sudah ditangkap dan sudah langsung koordinasi dengan kejaksaan dan segera akan diadili”, ungkap Kak Seto

Kak Seto juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat Kak Seto akan berkunjung ke Medan dan akan singgah ke Samosir. Bapak Kapolres Samosirpun menyambut dengan sangat baik untuk rencana kunjungan Kak Seto ke Samosir.

“Bapak Kapolres sangat peduli terhadap anak-anak dan beliau juga segera mencari psikolog untuk memeriksa pelaku dan juga meningkatkan kewaspadaan masyarakat supaya jangan terjadi hal-hal yang tidak diharapkan karena kekerasan terhadap anak sangat rawan dimasa pandemi ini”, tambah Kak Seto.

Kak Seto juga mengharapkan dan menghimbau masyarakat agar tiap RT membentuk seksi perlindungan anak.

“Jangan sampai terjadi kebakaran dulu baru kita bertindak”, ungkap kak Seto.

Pencegahan kekerasan terhadap anak dilingkungan masyarakat dapat dilakukan dengan pembentukan seksi perlindungan anak ditiap-tiap rt. Sehingga kekerasan sekecil apapun terhadap anak dapat dicegah.

Ayah korban sangat shock setelah beberapa jemaat melaporkan telah mengalami pelecehan oleh pelaku, SS kepada ayah korban dimana ayah korban adalah seorang pendeta, pimpinan si pelaku (SS) di gereja. Lalu ayah korban memanggil pelaku dan beberapa jemaat menyaksikan untuk melakukan klarifikasi perbuatan pelaku terhadap jemaat. Kemudian pelaku marah-marah sehingga pelaku yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka telah dipecat dari pelayanan gereja.

Ketika ayah korban meminta surat pemecatan pelaku (SS) dari pelayanan gereja melalui komunikasi telfon, korban mendengar dan menyampaikan hal yang dialaminya kepada sekretaris gereja. Lalu sekretaris gereja menyampaikan kepada ayah korban.

Lalu ayah korban sangat shock berat mendengar ke 4 putrinya yang berusia dibawah umur menjadi korban juga. Korban 1, CC berusia 15 tahun, korban 2, AK berusia 12 tahun, korban 3, NY 9 tahun, dan korban 4, YR berusia 7 tahun.

Kak Seto mengapresiasi Orang tua korban yang berani melaporkan kejadian ini kepada kepolisian dan juga apresiasi yang tinggi kepada Kapolres Samosir yang menyampaikan kepada Kak Seto bahwa tersangka akan segera diadili sesuai dengan undang-undang perlindungan anak.

(ROMAULI)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif