Pemprov Sumsel dan Ketua PGRI Sumsel Apresiasi 9 Bupati dan Walikota Yang Sudah Mengangarkan Insentif Guru Honor

  • Bagikan

PALEMBANG- Puncak HUT ke 76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 digelar di Sultan Convetion Center, Kamis (2/12/2021). Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, Pemprov Sumsel memberikan penghargaan atas HUT PGRI dan Hari Guru Nasional yang ke 76. “Tidak ada yang tidak menghormati guru. Karena guru sangat berjasa bagi kita semua. Oleh sebab itu, Pemprov Sumsel beterima kasih kepada Bupati dan Walikota yang telah memberikan insentif kepada guru honor,” ucapnya.

Mawardi menuturkan, kehadiran PGRI ini adalah wadah untuk mengembangkan SDM guru. Apalagi saat ini banyak perubahan dalam sistem pendidikan.

“Guru harus berpikir luas. Bagaimana mengembangkan talenta siswa, dan melahirkan inovasi-inovasi untuk kemajuan dunia pendidikan. Guru harus mampu mendidikan siswa agar mampu bersaing dengan provinsi lain bahkan ditingkat internasional,” bebernya.

“Kemajuan teknologi harus diikuti. PGRI inilah wadah untuk meningkatkan kualitas guru,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemda kabupaten dan kota yang sudah menganggarkan insentif guru. Dari 17 kabupaten dan kota, ada 9 Bupati dan Walikota yang sudah menganggarkan insentif guru yakni Palembang, Muba, Prabumulih, Muara Enim, Banyuasin, Pali, Muratara, Lahat, Mura. “Terima kasih atas perhatiannya kepada guru yang telah mengabdi untuk kemajuan dunia pendidikan,” ujarnya.

Untuk 8 kabupaten dan kota di sumsel belum menganggarkan insentif guru honor, Zulinto berharap agar segera dianggarkan.

“Bagi Pemda yang belum mengaanggarkan, kita dorong Pemda agar melakukan upaya dengan DPRD kabupaten dan kota agar guru diberi insentif. Kami mohon Bupati dan walikota agar guru diberi insentif,” bebernya.

Zulinto menuturkan, guru honor mendapat gaji ada Rp 150 ribu perbulan ,ada yang digaji Rp 300 ribu perbulan. “Kita sangat miris,pekerja kasar saja digaji Rp 75 ribu sampai 100 ribu perhari,” tambah Zulinto.

Lebih lanjut Zulinto menjelaskan, alasan Bupati dan Walikota yang belum menganggarkan insentif guru karena kondisi keuangan daerah. “Tapi saya rasa perlu jadi oerhatian. Semua bisa melakukan itu, bukan besar kecil insentif tapi kepeduliannya kepada guru,” ucapnya.

“Semua kepala daerah kabuoaten dan kota kita sampaikan surat agar bisa menganggarkan insentif guru honor. Kalau memang harus audiensi, bisa saja kita mendampingi. Tapi balik lagi pada niat pemda kabupaten dan kota untuk membantu para guru honor,” tegasnya.

Terkait HUT PGRI ke 76 ini, Zulinto menuturkan, Tema yang diusung pada peringatan HUT PGRI 2021 adalah ‘Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’, tema HUT PGRI ini memberikan kesejukan, guru berkomitmen memberikan yang terbaik.

“Usia PGRI sudah 76 tahun. Ini momen evakuasi apa yang diberikan guru terhadap dunia pendidikan, di masa pandemi, tidak boleh putus belajar. Guru harus membuat inovasi pendidikan, memberikan keterampilan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Zulinto berterima kasih kepada Gubernur Sumsel yang sudah mencanangkan vaksin di sekolah. “Vaksin ini hampir semua guru yang sudah divaksin. Begitu juga dengan siswa yang juga mengikuti program vaksin covid-19,” ucapnya.

“Selama covid, guru hebat di Sumsel sudah berjuang. Mereka melakukan pengajaran luar biasa, pembelajaran daring dan luring,” tambah Zulinto.

Wakil Ketua PGRI Sumsel sekaligus Ketua Panitia DR.H.Bukman Lian, M.M. M.Si. CIQaR menambahkan, pada HUT PGRI ke 76 ini sebelumnya telah dimeriahkan beberapa rangkaian kegiatan antara lain seminar nasional pendidikan, lomba paduan suara secara virtual, lomba pengucapan kode etik dan ikrar guru Indonesia secara virtual dan pemberian sembako dari Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Pada hari ini, ada beberapa agenda kegiatan yakni pemberian penghargaan dan apresiasi kepada insan pendidikan di Sumsel, pembagian pemenang lomba paduan suara secara virtual dan lomba pengucapan kode etik dan ikrar guru Indonesia secara virtual,” pungkasnya.

(Ocha)

  • Bagikan