Perintangan Oknum Wartawan Terjadi di Polrestabes Medan

  • Bagikan

 

Medan, jelajahperkara.com| Diduga telah terjadi perintangan oknum wartawan yang dilakukan oleh oknum Polisi Provos Polrestabes Medan.

Hal itu dialami langsung oknum wartawan media matatelinga.com bernama S (47) yang sedang melakukan tugas jurnalistik di Polrestabes Medan, mendapatkan perintangan dari oknum Provos Polrestabes Medan berpangkat Aiptu, berininsial RW, Selasa (4/5/2021) sekira pukul 11.30 wib.

“Saat itu saya lagi mengumpulkan data jurnalistik untuk bahan pemberitaan terkait pemanggilan Deasy Natalia Sinulingga bersama ibunya Novieritani Br Lumban Tobing oleh kasi Provos, AKP Ahmad Haidar Harahap. Karena situasi masih Pendemi dan tetap mematuhi protokol kesehatan pemeriksaan dilakukan secara satu persatu. Dan saat itu yang diperiksa adalah si Deasy, sementara ibunya Novieritani dan 3 orang dari Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Provinsi Sumatera Utara, dibawah pimpinan Hj. Rosmidar dan Amri Harahap terpaksa harus menunggu diruang tunggu terbuka disamping Satresnarkoba. Nah saat itu saya mengambil foto dan pengumpulan data dengan cara proses tanya jawab terkait peristiwa yang dialami nara sumber di Polsek Percut Sei tuan, “sebut S.

Lanjutnya lagi, saat itu oknum Provos berpangkat Aiptu, berinisial RW mencoba menghalangi tugas Wartawan yang telah dilindungi oleh Undang-undang pers nomor 40 tahun 1999, dengan melarang awak media mengambil gambar.

“Alasannya masih proses penyidikan, kan saya mengambil fhoto tidak di ruang penyidik dan tidak sedang dilakukan proses penyidikan oleh penyidik. Saya ambil gambar di ruang tunggu. Sempat terjadi perdebatan anatara kami, karena aku bilang, aku di sini masih proses pengumpulan data namun dia ( RW ) malah menyuruh saya mengkonfirmasi Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Zonni Aroma. Lalu aku jawab, “bang aku masih mengumpulkan data bukan mau konfirmasi, pengumpulan data merupakan proses dalam pembuatan berita, setelah data lengkap baru dilakukan konfirmasi,” ungkapnya.

Selanjutnya oknum wartawan tersebut meninggalkan Polrestabes Medan untuk menghindari keributan lanjutan.

Saat dikonfirmasi awak media melalui Watsaap kepada Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Zonni mengatakan perintangan/menghalangi tugas jurnalistik tersebut tidak ada dan hanya salah paham saja.

“Tidak ada, hanya salah paham,” tandasnya mengakhiri.(Sid)

  • Bagikan