Tanah Karo Covid-19 Status Zona Merah, Arena Judi Rutin Langgar Prokes dan Kapolres Karo Jangan “Tutup Mata”

  • Bagikan

JELAJAHPERKARA.COM || TANAH KARO – Bukan main main angka penyebaran Covid -19 di Kabupaten Karo sejak Jumat (23/7/2021) dilansir dari Dinas Kominfo Karo melambung ke level 4 dengan terkonfirmasi Covid 19 mencapai angka 1299 orang, aktif / isolasi diangka 209 orang, meninggal diangka 127 orang dan sembuh 963 orang, Sabtu (24/7/2021).

Atas kondisi tersebut, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Karo menetapkan daerah itu masuk menjadi kawasan status ‘Zona Merah’. Masyarakat berharap keseriusan pemerintah dan komitmen mencegah penyebaran virus Covid-19.

Peran serta masyarakat tak kalah penting untuk bekerjasama dengan pemerintah guna mencegah penyebaran Covid 19 di Kabupaten Tanah Karo. Forkopimda, Gugus Tugas, TNI/Polri dan stakeholder lainnya agar bersama sama bersinergi membubarkan kerumunan masyarakat yang rutin langgar protokol kesehatan (prokes).

Seperti contoh dalam pantauan pada Jumat (23/7/2021) tepatnya lokasi Judi Dadu Kopyok di sebuah Gudang Anjar-Anjari Desa Pergendengan, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Tanah Karo. Menurut sumber bahwa lokasi judi ini dikelola oleh oknum TNI yang beroperasi disaat pemerintah sibuk mengadakan PPKM Level 4.

Selain itu, ada juga lokasi Judi Dadu di Jalan Sudirman, Lau Cimbah di samping kantor Danramil 03/BT atau persis di depan Plaza Kabanjahe. Di lokasi ini para penggila judi ramai berkerumun dan berhimpit-himpitan sehingga awak media tak berani mendekat karena khawatir dengan Covid 19 dilokasi kerumunan tanpa memperhatikan protokol kesehatan (Prokes).

Kemudian, persoalan arena judi yang rutin langgar prokes ini tidak luput dari perbincangan hangat di tengah masyarakat Tanah Karo, khususnya masyarakat Kabanjahe dan Tiga Binanga sekitarnya. Meski dunia sedang dihantui pandemi global Covid-19, tampaknya praktik judi dadu, judi tembak ikan, Judi Togel masih menggurita di tengah masyarakat.

Para bandar judi tetap menggelar praktik perjudian walupun itu berkerumun, berhimpit himpitan dan rutin melanggar protokol kesehatan (prokel) yang terkesan mereka tidak peduli dengan pandemi Covid 19.

Warga Kabanjahe dan warga Tiga Binanga, Kabupaten Tanah Karo menyoroti keberadaan kegiatan perjudian yang langgar prokes tersebut yang akhir-akhir ini semakin ‘menggila’ saja.

“Kegiatan judi Dadu, Tembak Ikan, Togel cukup mengusik warga, karena berkerumun dan tak indahkan prokes. Biasanya, praktek judi itu berlangsung selama 24 jam, Anehnya, kegiatan ini terkesan dibiarkan oleh aparat pengamanan di Tanah Karo,” kata Yudistira Tarigan salah seorang warga Kabanjahe.

“Kami tidak mengerti kenapa praktek judi Dadu, tembak ikan dan Togel leluasa dilaksanakan di wilayah Karo ini. Apakah, mereka tidak sadar ini pandemi Covid 19 yang makin mengkhawatirkan saat ini. Atau jangan jangan keberadaan judi itu dilindungi para oknum petugas atau memang luput dari pengawasan,” jelas Yudistira.

Karena itu, lanjut Yudistira, pemerintah bersama aparat keamanan mesti turun tangan secepatnya untuk mengatasi penyakit sosial tersebut, dan menutup atau membubarkan lokasi judi itu supaya tidak menimbulkan kluster baru terpapar Covid 19.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Adrian Risky Lubis belum memberikan pernyataan terkait arena judi yang rutin langgar prokes tersebut. Kendati, telah berulang kali kedua pejabat ini dihubungi oleh awak media lewat telepon dan perpesanan, namun masih ‘enggan’ merespon segala upaya konfirmasi sehingga terkesan bungkam.

 

(Persada)

  • Bagikan