JelajahPerkara.com – Pernah membayangkan sebuah candi bersejarah terkubur selama berabad-abad, lalu ditemukan kembali secara tidak sengaja? Kisah tersebut bisa kamu temukan di Candi Sambisari, salah satu peninggalan Hindu yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi ini menarik perhatian karena sebagian besar bangunannya pernah tersembunyi di bawah permukaan tanah sebelum akhirnya dipugar dan dibuka untuk umum.

Selain menyimpan cerita tentang masa lalu, Candi Sambisari juga menawarkan keunikan arsitektur dan suasana yang berbeda dari kompleks candi pada umumnya. Yuk, kenali tujuh fakta menarik tentang Candi Sambisari dan perjalanan panjangnya hingga menjadi salah satu situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.

1. Ditemukan Secara Tidak Sengaja oleh Petani

Salah satu cerita paling menarik tentang Candi Sambisari adalah proses penemuannya. Candi ini ditemukan pada 1966 oleh seorang petani bernama Karyowinangun ketika sedang mengolah lahan di Desa Sambisari, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.

Saat bekerja, ia menemukan batu yang ternyata merupakan bagian dari bangunan candi. Temuan tersebut kemudian menarik perhatian pihak berwenang dan ditindaklanjuti melalui penelitian arkeologi.

Penemuan ini menjadi awal dari proses penggalian besar-besaran untuk mengungkap bangunan yang selama berabad-abad tertutup material tanah dan endapan vulkanik. Bayangkan, sebuah peninggalan penting dari masa kerajaan kuno ternyata berada tidak jauh dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

2. Terkubur Akibat Aktivitas Vulkanik

Mengapa Candi Sambisari bisa berada di bawah tanah? Salah satu penjelasan yang berkaitan dengan kondisi kawasan tersebut adalah aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Material vulkanik yang terbawa dalam proses erupsi selama berabad-abad diduga menimbun kawasan candi hingga bangunannya tidak lagi terlihat di permukaan. Proses pengendapan material tersebut berlangsung dalam waktu yang panjang.

Kondisi ini membuat Candi Sambisari menjadi contoh menarik tentang bagaimana aktivitas alam dapat memengaruhi keberadaan situs bersejarah. Di satu sisi, timbunan tanah menyembunyikan bangunan tersebut dari pandangan manusia. Di sisi lain, lapisan yang menutupinya turut membantu menjaga sebagian struktur candi hingga akhirnya ditemukan kembali.

3. Diperkirakan Berasal dari Abad ke-9

Candi Sambisari diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi, ketika pengaruh agama Hindu berkembang di Jawa bagian tengah.

Meski usianya sudah lebih dari seribu tahun, waktu pembangunan yang tepat belum dapat dipastikan secara mutlak. Para ahli menggunakan bukti arkeologis, gaya arsitektur, dan unsur-unsur bangunan untuk memahami latar belakang sejarahnya.

Candi ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa kuno telah memiliki kemampuan dalam merancang bangunan keagamaan dengan susunan ruang dan ornamen yang terencana. Keberadaannya juga menjadi bagian dari gambaran kehidupan beragama dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu di Nusantara.

4. Memiliki Hubungan dengan Tradisi Hindu Siwa

Candi Sambisari merupakan kompleks candi bercorak Hindu yang berkaitan dengan pemujaan Dewa Siwa. Hal ini dapat dikenali melalui temuan arca dan unsur keagamaan yang terdapat di kompleks tersebut.

Bangunan utamanya menjadi pusat perhatian, sementara candi-candi pendamping melengkapi susunan kompleks peribadatan. Penataan seperti ini memperlihatkan bahwa candi tidak hanya dibangun sebagai bangunan monumental, tetapi juga memiliki fungsi keagamaan.

Bagi kamu yang tertarik mempelajari sejarah agama di Indonesia, Candi Sambisari memberikan gambaran tentang bagaimana keyakinan, seni, dan arsitektur berpadu dalam kehidupan masyarakat pada masa lampau.

5. Berada Lebih Rendah dari Permukaan Tanah Sekitarnya

Keunikan paling mudah dikenali ketika kamu mengunjungi Candi Sambisari adalah letak kompleksnya yang berada di bawah permukaan tanah di sekitarnya.

Untuk mencapai area utama, pengunjung perlu menuruni tangga menuju halaman candi. Dari bagian atas, kamu dapat melihat susunan bangunan yang berada di tengah area lebih rendah, menciptakan pemandangan yang berbeda dari banyak kompleks candi lain.

Posisi ini bukan berarti candi sengaja dirancang sebagai bangunan bawah tanah. Letaknya berkaitan dengan proses penimbunan yang terjadi selama berabad-abad dan kegiatan penggalian yang mengungkap kembali struktur aslinya.

Keadaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin melihat langsung hasil penelitian dan pemugaran situs arkeologi.

6. Memiliki Satu Candi Utama dan Tiga Candi Pendamping

Kompleks Candi Sambisari terdiri atas satu candi utama dan tiga candi pendamping yang berada di halaman bagian dalam. Susunan tersebut memperlihatkan pola tata ruang yang memiliki keteraturan.

Candi utama menjadi bangunan terbesar sekaligus pusat kompleks. Sementara itu, ketiga candi pendamping berada di sekitarnya dan menambah karakter khas kawasan ini.

Detail bangunan, relief, serta arca yang tersisa juga menarik untuk diamati. Walaupun tidak sebesar kompleks candi terkenal lainnya di Yogyakarta, Candi Sambisari memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tidak kalah penting.

Ketika berkunjung, kamu bisa memperhatikan perbedaan ukuran bangunan, bentuk atap, serta susunan batu yang membentuk keseluruhan kompleks.

7. Menjadi Bukti Pentingnya Pelestarian Warisan Sejarah

Setelah ditemukan, Candi Sambisari tidak langsung dapat dinikmati seperti sekarang. Diperlukan proses penggalian, penelitian, penyusunan kembali, dan pemugaran yang memakan waktu bertahun-tahun.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengungkap struktur bangunan sekaligus menjaga bagian-bagiannya agar tetap dapat dipelajari oleh generasi berikutnya. Proses ini menunjukkan bahwa pelestarian situs bersejarah membutuhkan ketelitian, keahlian, dan waktu yang tidak sebentar.

Kini, Candi Sambisari menjadi tempat yang cocok bagi kamu untuk mengenal sejarah, menikmati peninggalan arsitektur kuno, sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia.

Saat berkunjung, hindari memanjat bagian bangunan yang tidak diperbolehkan, jangan merusak atau memindahkan batu, dan patuhi aturan pengelola. Langkah sederhana tersebut membantu menjaga kelestarian candi agar tetap dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Candi Sambisari bukan sekadar bangunan kuno, melainkan saksi perjalanan panjang sejarah Nusantara yang pernah tersembunyi di bawah tanah selama berabad-abad. Mulai dari penemuannya oleh seorang petani, kaitannya dengan aktivitas vulkanik, hingga proses pemugarannya, setiap bagian kisah candi ini menyimpan pelajaran tentang hubungan antara alam, manusia, dan kebudayaan.

Jika kamu menyukai wisata sejarah, Candi Sambisari layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Yogyakarta. Selain melihat langsung arsitektur peninggalan Hindu, kamu juga bisa memahami bagaimana sebuah situs bersejarah ditemukan kembali dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Ingin membaca kisah menarik lainnya tentang situs bersejarah, peninggalan kerajaan, dan warisan budaya Indonesia? Kunjungi JelajahPerkara untuk menemukan berbagai cerita masa lalu yang menambah wawasan dan membuat kamu semakin mengenal kekayaan sejarah Nusantara.